konteks keilmuan islam pada masa kini



KONTEKS KEILMUAN ISLAM PADA MASA KINI

Tugas ini disusun guna memenuhi mata kuliah Filsafat / Manusia
Dosen pengampu : Al Makin







Di susun oleh  :
Nur Arifin ( 12540058 )


PROGRAM STUDI SOSIOLOGI AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN  STUDI AGAMA
DAN PEMIKIRAN ISLAM
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2012


A.    KEILMUAN ISLAM PADA MASA KINI
Dalam sejarah peradaban islam sering sekali kita jumpai masyarakat  yang menjadikan agma sebagai alasan untuk tidak terjun langsung dalam memenggali berbagai permasalahan yang ada di alam semesta melainkan beranggapan bahwa akhirat itu bertolak belakang dengan kehidupan dunia, Islam itu agama yang di bawa oleh nabi muhamad saw , bersubstansi  yang  telah dibawa untuk kemakmuran atau kemakmuran manusia (rahmatanlilalamian )Sebenernya metodologi islam itu ada dua macam yang selalu di terapkan untuk menghakimi proses dalam keilmuan islam yaitu : integralisasi dan objektifikasi. Integralisasi yaitu dalam kamus ilmiyah dikatakan penyatuan menjadi satu kesatuan yang utuh  atau keilmuan manusia disatukan dengan wahyu allah dan sunah nabi sedangkan objektifikasi itu sendiri kemakmuran untuk sesama manusia. Pengilmuan islam di sini tidak hanya terpaku pada persoalan agama semata tetapi tidak terlepas pula dari dari beberapa perkembangan ilmu-ilmu alam, tehnologi, Politik dan bahkan sosial budaya, dengan demikan islam yang telah sarat dengan ilmu itu akan dengan mudah memadukan antara ilmu agama dan ilmu-ilmu umum tersebut. Konteks  islam yang dulunya sempit akan menjadi luas karena kajian-kajian ilmu yang lain, sehingga yang akan muncul adalah pribadi-pribadi yang sadar akan kekuasaan  Allah dan  muslim yang mampu berdri di tengah mayarakat terlebih lagi dalam arus perkembangan zaman masa kini. Sebenernaya keilmuan zaman dahulu dengan zaman masa kini itu sebenrnya sama hanya pemikiran-pemikiran paradigma itu sendiri sangat berkembang jadi juga bisa dikatakan keilmuan pada masa sekarang ini perkembangan dari ilmu-ilmu pada zaman dulu semisal keilmuan integralisasi itu lahir semata-semata dari ilmu sekular dengan substansi yang di usung oleh keilmuan integralisasi sebagai revolusi atau perubahan ke yang lebih baik.dengan realitas seperti itu bahwasanya keilmuan integralisasi mengantikan keilmuan sekular tapi dalam berjalanya tidak menyepelekan keilmuan integralisasi atau menganggap rendah karena semua adalah produk ,partisipan ,dan konsumen dari keilmuan sekular.




B.     ILMU SEKULAR
Sekularisme atau sekulerisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Sekularisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu.Sekularisme juga merujuk ke pada anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan.kemunculan ilmu sekuler ( ilmu yang bersifat duniawi ) itu menampakan karena terlalu fanatik  ataupun berlebih- lebihan dengan ilmu  yang beranak dari filsafat itu sendiri dalam hal ini keilmuan selalu di utamakan ataupun di sakralkan bahwasanya ilmu tersebut adalah masa depan manusia. Dalam kontek sekularisme ini hingga sampai keujung keyakinan agama,di tinjau dari aspek ilmu memperjelas  perkembangannya ,terkait tentang keilmuan sekular itu bahwasanya pertimbangan-pertimbangan yang benar ataupun yang salah secara etis dan agama maupun budaya tidak ada ,semuanya itu benar . Dalam kehidupan ini sekularisme mencakup tentang kehidupan bermasarakat,berbudaya  dan bernegara .
C.    ILMU INTEGRALISTIK
Ilmu integralistik yaitu ilmu yang menyatukan temuan manusia dan wahyu tuhan dalam agama islam sumber hukum yaitu alquan: suatu wahyu yang telah di berikan oleh tuhan yang maha kuasa yang mengatur hubungan manusia dengan manusia ( habluminanas), manusia berhubungan dengan alam (habluminalngalam), manusia berhubungan dengan tuhan (habluminallah), selain itu bahwasanya sumber hukum islam yang lainya semisal hadis ,ijma, qias dll.dalam agama islam bahwasanya menyatakan sumber etika ,politik ,ekonomi,dan pengetahuan yang lainya dalam kontek ini tak bisa bersikap egois seperti agama tidak menjadikan wahyu yaitu sebagai salah satu sumber - sumber pengetahuan.atau sebaliknya bahwasanya hanya kecerdasan manusia itu sebagai sumber pengetahuan sehingga lupa dengan sang kholik(penciptanya) itu jga tak bisa di nyatakan sumber dalam ilmu kedua tersebut berjan seiringan hingga menjadi perkembangan ilmu yang sangat berfariasi  memang kita harus menyakini bahwasanya al Qur’an itu sendiri tak bisa berkembang dengan sendirinya tanpa andil filsafat bangsa barat itu .dalam pandangan  Istilah filsafat yang merupakan terjemahan dari philolophy (bahasaInggris) berasal dari bahasa Yunani philo (love of ) dan sophia(wisdom). Jadi secara etimologis filsafat artinya cinta atau gemar akan kebajikan (love of wisdom). Cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar atau yang sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Filsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati.Demikian arti filsafat pada mulanya dan juga mengatakan filsafat itu sumber dari segala pemikiran atau ilmu yang mencari kebenaran yang sebenar- sebenarnya munkin itu sering menjadi salah faham  oleh kalangan orang yang belum mengerti seluk beluknya sumber ilmu tersebut .dan al Qur’an  sendiri itu menyatakan bahwasanya  sumber al Qur’an itu sendiri sebagai sumber hukum segala hukum, dalam kontek ini al Qur’an juga bisa di katakan induknya hukum ,itu tadi dapat kita tarik kesimpulan bahwasanya sumber pengetahuan  itu  bersumber dari manusia yaitu atas pemikiran–pemikiran yang menghasilkan keilmuan kefilsafatan tersebut dan sumber pengetahuan bersumber dari tuhan yaitu teks-teks al-Qur’an dalam kontek tersebut melahikan suatu pertanyaan yaitu : Mengapa ilmu hanya mempelajari hal-hal yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia ? Jawaban dapat diberikan berdasarkan fungsi ilmu, yaitu deskriptif, prediktif, dan pengendalian.Fungsi dekriptif adalah fungsi ilmu dalam menggambarkan objeknya secara jelas, lengkap, dan terperinci. Fungsi prediktif merupakan fungsi ilmu dalam membuat perkiraan tentang apa yang akan terjadi berkenaan dengan objek telaahannya. Dan fungsi Pengendalian merupakan fungsi ilmu dalam menjauhkan atau menghindar dari hal-hal yang tidak diharapkan serta mengarahkan pada hal-hal yang diharapkan. Fungsi fungsi tersebut hanya bisa dilakukan bila yang dipelajari berupa ilmu dunia nyata atau dunia yang dapat dijangkau oleh pengalaman manusia. Objek setiap ilmu dibedakan menjadi dua : objek material dan objek formal. Objek material adalah fenomena di dunia ini yang ditelaah ilmu.Sedangkan objek formal adalah pusat perhatian ilmuwan dalam penelaahan objek material. Atau dengan kata lain, objek formal merupakan kajian terhadap objek material atas dasar tinjauan atau sudut pandang tertentu.


D.    OBJEKTIFIKASI
Dalam definisi objektifikasi yaitu:memandang sesuatu sebagai objek atau benda penerjemahan nilai-nilai internal kedalam katagori katagori objektif dalam agama kita agama islam objektifikasi dalam menetapkan hukum  berdasarkan hukum allah juga agama non islam itu menetapkan hukum berdasarkan apa yang mereka telah di tetapkan aturanya oleh  agama yang telah di percayainya dan juga  negara indonesiapun menetapkan hukum pun berdasarkan aturan-aturan yang telah di tetapkan,sebenernya persamaan untuk menetapkan hukum itu harus melihat objeknya semisalnya bahwa agama adalah suatu fenomena abadi di dalam di sisi lain juga memberikan gambaran bahwa keberadaan agama tidak lepas dari pengaruh realitas di sekelilingnya. Seringkali praktik-praktik keagamaan pada suatu masyarakat dikembangkan dari doktrin ajaran agama dan kemudian disesuaikan dengan lingkungan budaya. Pertemuan antara doktrin agama dan realitas budaya terlihat sangat jelas dalam praktik ritual agama. Dalam Islam, misalnya saja perayaan sekaten dalam bahasa arabnya(sahadattain/dua sahadat) di Indonesia yang bertempat di alun-alun utara depanya keraton yogyakarta yang dirayakan dengan tradisi acara semisal pengajian–penajian,pergelaran wayang kulit, jualan-jualan(pasar malem)dll yang telah di bawa oleh pendahulunya hingga sekarang masih ada   sebuah bukti dari keterpautan antara nilai agama dan kebudayaan. Pertautan antara agama dan realitas budaya dimungkinkan terjadi karena agama tidak berada dalam realitas yang vakum-selalu original. Mengingkari keterpautan agama dengan realitas budaya berarti mengingkari realitas agama sendiri yang selalu berhubungan dengan manusia, yang pasti dilingkari oleh budayanya Kenyataan yang demikian itu juga memberikan arti bahwa perkembangan objektifikasi agama dalam sebuah masyarakat-baik dalam wacana dan praktis sosialnya-menunjukkan adanya unsur konstruksi manusia. Walaupun tentu pernyataan ini tidak berarti bahwa agama semata-mata ciptaan manusia, melainkan hubungan yang tidak bisa dielakkan antara konstruksi Tuhan-seperti yang tercermin dalam kitab-kitab suci-dan konstruksi manusia-terjemahan dan interpretasi dari nilai-nilai suci agama yang direpresentasikan pada praktek ritual keagamaan. Pada saat manusia melakukan interpretasi terhadap ajaran agama, maka mereka dipengaruhi oleh lingkungan budaya-primordial-yang telah melekat di dalam dirinya. Hal ini dapat menjelaskan kenapa interpretasi terhadap ajaran agama berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya ini sudah jelas bahwasanya keilmuan islam pada masa kini harus pandai–pandai melihat realitasnya,indonesiapun negara yang multikultural untuk mensikapi masarakat yang berbebda-beda agama,ras ,etnis,dan suku bangsa itu harus bersikap toleran tidak hanya  membenarkan apa yang di percayainya apa yang di ikutinya oleh suatu golongan tertentu.
E.     PRIODISASI
Periodisasi ini sangatlah penting karena dalam kenyataanya kehidupan yang selama ini terbagi menjadi tiga bagin kehidupan zaman lampau(fiil madhi) ,kehidupan zaman sekarang(fiil mudhore zaman hal) dan kehidupan zaman yang akan datang (fiil mudhore zaman istikbal)dalam periode zaman ketiganya pun berubah-ubah atau berevolusi yaitu pada kehidupan zaman yang lampau manusia-manusianya sering kali berlandasan dengan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang di anggap ampuh , sesuatu yang gaib  di anggap sakral seperti jimat ,pohon yang besar,keris ,hewan dll. Dalam peradapan zaman ini manusianya berfikir bersifat mistik, berbicara mengenai zaman akan selalu berubah-ubah yaitu menginjak pada zaman kehidupan sekarang manusia berfikir melalui idiologi (landasan-landasan ) dalam dimensi pada zaman ini lebih bersifat rasional dalam prakteknya manusia-manusianya sudah bisa menyaring ,meningalkan sesuatu yang tak bersifat rasio (hal-hal mistis) dan yang terahir dimensi kehidupan pada zaman yang akan datang yaitu manusianya lebih berfikir mengunakan ilmu dalam pengertian ilmu sendiri  itu secara bahasa suatu kejelasan ,dan menurut istilah ilmu itu sendiri yaitu: suatu kejelasan pengetahuan yang jelas tentang segala sesuatu .sebenarnya hakekat ilmu hampir sama dengan pengetahuan.secara  gampangnya pengetahuan–pengetahuan yang di dalamnya yaitu letak ilmu tersebut jadi pengetahuan  dan ilmu itu suatu satu kesatuan yang tak dapat terpisahkan karena keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat.Dengan demikian sudah trlihat dengan jelas bahwasanya setiap masa setiap zaman akan berubah-ubah atau berevolusi ke taraf yang lebih baik lebih rasional dari semuanya yang telah diri kita di jajah oleh pengetahuan-pengetahuan yang kurang rasional kurang logis kurang benar yang dilihat dari kacamata pengetahuan yang telah lebih soheh atau pengetahuan yang telah di galih terus menerus hingga menjadi penyempurna atau mengeritisi pendapat-pendapat terdahulunya sehingga menjadi paradikma baru.


F.KESIMPULAN
Dari beberapa poin-poin di atas dapat di tarik   kesimpulan bahwasanya kontes keilmuan islam pada masa kini yaitu: dalam menetapak suatu hukum harus dilandasi dengan hukum-hukum  Al-Quran ,Hadis ataupun Sunah yang  soheh atau Ijm’a Qias dan juga hukum yang sudah di tetapkan oleh suatu badan hukum yang berhak menetapkan seperti MUI(majelis ulama indinesia).

[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 1 komentar»

figur pemimpin harapan rakyat


FIGUR PEMIMPIN HARAPAN RAKYAT


Review ini di buat untuk memenui tugas pancasila
Dosen pengampu: Hanie
disusun ole : 
Nur arifin    12540058

FAKULTAS USHULUDDIN STUDI AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM  NEGERI SUNAN KALI JA
YOGYAKRTA 2012



Kondisional kepemimpinan di indonesia
        berbicara tentang kepeminpinan yang ada di indonesia, khususnya pada masa modern sekarang ini, sangat penting untuk di perhatikan mengenai penyesuaian kepemimpinan yang di terapkan dengan kondisi negara. Pemimpin yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi rakyat akan mampu berperan penting dalam kancah kehidupan, kita perhatikan pola kepemimpinan yang telah di gambarkan dalam film yang berjudul “wakil rakyat” di mana pemaparan dua pigur yang berbeda dari potret pemerintah.
           Salah satu identitas yang di tampilkan adalah dengan mengandalkan penampilan dan gaya bicara yang di perkirakan akan mampu menarik hati rakyat di sini kita di tuntun untuk mengkondisionalkan identitas yang kita paparkan. Disaat berhadapan dengan publik yang paham akan pengelolaan politik dan kekuasaan  kiranya penting untuk kita mainkan potret penguasa yang bijak dan pigur yang di segani.
         Namun ketika berhadapan dengan rakyat kecil yang tidak paham akan segala bentuk menejmen politik sudah seharunya kita untuk bersikap merakyat dalam artian bersikap sesuai dengan kebutuhan rakyat.
       Peran yang di mainkan oleh seorang tokoh yang bernama pak bagio dalam film itu telah memberikan bukti bahwa dengan kepahamannya menghadapi realitas masyarakat kecil justru telah mengantarkan namnya harum di tengah masyarakat.Dalam hal ini sangan urgen untuk kita perhatikan bagaimana peran kita di dalam masyarakat dalam menyikapi beberapa persoalan.
         Rakyat miskin sekarang ini tidak membutuhkan figur penguasa yang cerdas namun tidak mampu mengayomi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik,  rakyat miskin dan rakyat kecil yang mendominasi penduduk indonesia sekarang ini sangat mengharapkan perhatian penuh dari pemimpinnya, karna kondisi rakyat yang kurang dari segi pendidikan, keuangan, dan pasilitas yang memadai ini akan memberikan kepercayaan yang sepenuhnya kepada pemimpin yang mampu mewarnai pola hidup rakyat yang seperti itu. Sehingga pemerintah untuk bisa mengetahui kondisi yang di alami rakyatnya harus terjun langsung ke ranah-ranah yang di tempati oleh rakyat.
        Kebutuhan rakyat kelas elit sangat beda jika di bandingkan dengan kebutuhan rakyat miskin, di sini peran pemimpin yang ingin terjun langsung di tengah kehidupan rakyat harus mampu mengatur pola hubungan yang di mainkan baik di kalangan masyarakat kelas atas, menengah maupuun kelas bawah, hal ini sangat mendukung terhadap dukungan yang akan di berikan rakyat untuk masa depan kekepemimpinan yang di pegangnya.
       
 ‘  Negara indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai keragaman yang sangat pesat baik dari segi budaya maupun bahasa. Pemimpin yang paham akan semua itu akan sangat mudah menyesuaikan diri dan melakukan interaksi di tengah-tengah kehidupan masyarakat, pemimpin merakyat ini sangat di butuhkan untuk bisa merangkul rakyat baik dalam segala bidang, inilah potret pemimpin yang mampu bersikap kondisional sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

Keberhasilan berdiri di tengah masyarakat
     Keberhasilan berdiri di tengah masyarakat akan sangat mendukung kepemimpinan dari rakyat hal ini sangat menarik untuk di perhatikan karna kita ketahui negara indonesia adalah negara demokrasi yang di mana kepemimpinannya datang dari rakyat,oleh rakyat dan untuk rakyat. Sehingga suara rakyat dalam memberikan dukungan kepeda salah seorang pemimpin adalah merupakan aset terbesar yang di andalkan untuk tampil di tengah kehidupan.
pola kehidu        Untuk bisa berhasil berdiri di tengah rakyat, dapat di lakukan dengan cara mengenali pan dan kebutuhannya sehingga pemimpin yang paham dengan kondisi seperti itu akan sangat mudah mengisi kebutuhan rakyatnya. Maka dengan sendirinya masyarakat akan termotivasi untuk memberikan dukungan itu terhadap pemimpin yang telah di percayainya itu.
        Figur pemimpin saat ini telah di pengaruhi oleh kepemimpinan yang di mainkan di negara maju tanpa mereka sadari bahwa pola hidup di negara indonesia yang sedang berkembang sangat berbeda jauh dengan negara-negara maju. Sehingga mereka tidak dapat terjun untuk memahani kebutuhan rakyat, karna kontrol emosional dari pola kepemimpinannya cendrung ingin mengikuti negara yang berpenghasilan dari perindustrian padahal harus kita akui bahwa negara indonesia adalah negara yang agraris.
       Kehidupan rakyat telah terasingkan di depan penguasa yang hanya mencari pamor mereka tidak mendapatkan perhatian hanya pemimpin yang merakyat yang mampu menjawab suara rakyat.
     Oleh karnanya dari dua figur pemimpin ini dapat saya simpulkan bawa yang dapat berdiri di tengah rakyat adalah pemimpin yang rela mengikuti pola perkembangan rakyat, dengan menunjukkan sikapnya yang merakyat. Jika di bandingkan dengan penguasa yang mengandalkan identitas diri yang hanya mengandalkan kebijakab dan penampilan. Oleh karnanya marilah kita sebagai calon generasi untuk berusaha mampu membaca kehidupan. Karna kita tanpa di pungkiri tentunya akan pasti kembali untuk berkecimpung di tengah kehidupan masyarakat.
     

[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 0 komentar»

GURUKU PEMANDUKU






Kau cermin kebodohan ku
Kau pemompa hirau ku
Asarmu buatku berfikir
Ucapan mu ,tindakanmu
Semua memang relatif
Bagi pemikir kebijakan
Kaulah sang pemandu
Tak terputus resapi aku

[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 0 komentar»

cinta


Cinta itu buta
Buta itu mata
Mata itu bulat
Bulat itu telur
Telur itu kuning
Kuning itu tai
Maka cinta adalah tai
[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 0 komentar»