DI ANTARA CANDA DAN TAWA


DI ANTARA CANDA DAN TAWA

Kata membawa seuntaian canda maupun tawa
Beberapa goresan kata untuk berajang silathurohmi
Berbagai rangkain kata bernari-nari sehinga mulut mulutpun tertawa
Sungguh angun latar yang mengiringi
Rentetan gerombolan berbondong bondong pengalaman
Selau setia di temani oleh si hitam dan si kukus
Corak pencerahan terlihat oleh keistiqomaanya
Samar samar edukasi tetapi berimbas
Entah harus di yakini
Pandangan berbagai sudut luar tak jelas
Sintretis canda dan tawa semakin mengklimaks
Oh kesetiaan mu
Patut kau di acungi sepuluh jempol
Berawal tak pasti menjadikan kepastian
Tak usah dengarkan ocean ocean yang tak membangun
Huzzzzzzz huzzzzzzz
Perasaan semakin terasa
Keteguhan semakin menguat
Tujuan semakin nyat nampak di depan mata
Malaupun
Di antara canda dan tawa

Jogjakarta 06-05-13





[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 0 komentar»

dua sayap malaikat


Dua sayap Malaikat
Meskipun sayapnya luka hinga patah
Kaulah yang sangat berarti bagi ku
Dia sosok yang sempurna yang pernah aku kenal
Setiap hari tanpa berdiam diri untuk memeras keringat hanya untuk sosok mungil
Tanpa ada rasio untuk mengharapkan kesenangn untuk dirinya
Namu keikhlasanya sangat suci
Sungguh sangat mulia jasa-jasamu
Pengorbanan mu sungguh sangat beribu bahkan berjuta berarti untuk ku
Tanpa adanya sayap mu aku entah jadi apa ?
Hanya beribu sukur yang bisa ku pujikan
Setangkai doa selalu ku kirim lima waktu dalam sehari
Semoga kehidupan mu seindah pengorbanan mu
05-mei-13




[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 2 komentar»

sosiologi adalah ilmu tentang masyarakat

sosiologi adalah ilmu tentang kemasyarakatan ,dalam kontek sosiologi ini di jelaskan berbagai,sudut pandnag ,presepektif,hingga pandangan yang bijaksana menurut ilmu sosiologi.sosiologi dulunya bernama fisika sosial ,karena hampir mirip keilmuanya, lantas bapak sosiologi yaitu augus comte mennamakan sosiologi , karena stady-stady keilmuanya berkaitan tentang masyarakat. pandangan sosiologi mengenai kehidupan di era moderen ini ,di anjurkan untuk melihat dan menangani secara bijak karena gejolak masaryakat merajalela, bayangkan saja setiap harinya di televisi maupun di surat kabar hinga internet,hanya yang tersorot kejelekan,tindakan kriminal, lantas bagaimana seorang sosiolog memandang ke lincahan publik seperti itu, sosiolog harus punya pandangan sendiri melihat realitas yang ada.
[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 0 komentar»

Jasa KATA-KATA

Kata ,kaulah sebuah sosok yang akan mempunyai arti yang sangat penting. Kata hidupmu meski teromang ambing tetapi sangat indah kalo di tulis maupun di baca, kata kau selalu beriklas dan rendah diri untuk di jadikan idiologi,paradikma,untuk merubah segala sehinga menjadikan dunia ini menjadi berwarna dan berarti. Kata jasamu sangat besar ,tak perlu ada lagi air mata yang selau membasahi pipi ,bahkan cucuran darah yang selalu membanjiri negri ini,andai tak ada sosok seperti kata ini entah tak tau kehidupan ini seperti apa?? tak bisa kubayangkan hidup ini sangat pedih sangat getir untuk menjalani.sukur alhamdulillah sinar-sinar yang sangat terang sekarang ini sudah menjadi pegangan untuk menjalani hidup,sehinga setiap orang mempunyai pendirian yang sangat teguh dan jelas untuk menjalani hidup

 

. 5-mei-13

[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 0 komentar»

semoga tuhan memberikan yang terbaik

sekupas hati selau merunduk kenangan indah saat bersama mu kini tingal nama dan rasa yang pernah berkibar sungguh hatiku sangat pilu menatap jauh jauh kedepan untuk mendapatkan masa depan yang indah lagkah demi langkah selau ku jalani dengan iklas semoga tuhan memberikan yang terbaik 04-mei-2013
[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 0 komentar»

TAFSIR,TAKWIL DAN TERJEMAH

TAFSIR , TAKWIL , DAN TERJEMAH

Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ulumul Qur’an 
Dosen pengampu : Muhammad Amin 

Disusun Oleh:
 Nur Arifin ( 12540058 ) 
Addi Arifianto ( 12540049 )
 Andi Saputra ( 12540080 ) 
Reni Sudarilah ( 12540100 )

 PROGRAM STUDI SOSIOLOGI AGAMA
 FAKULTAS USHULUDDIN STUDI AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM
 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA 
YOGYAKARTA 2013 


BAB I PENDAHULUAN 

A.Latar Belakang Al-Qur’an di anggap sebagai kitab suci yang lengkap dan sempurna oleh umat Islam dalam peradaban Islam. Al-Qur’an adalah sebuah teks yang mengatasi dan melampaui teks-teks yang lain dalam sejarah. Hal itu disebabkan Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat jibril kepada umat manusia. Ruh ke Ilahian Al-Qur’an lah yang membuatnya tahan dari berbagai kritik dan gempuran.Sebagai sebuah teks, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat Islam. Semua hal yang ada pada aspekk kehidupan telah diatur didalamnya. Walaupun begitu, disamping berbahasa arab tidak dipungkiri dari ayat-ayatnya masih banyak yang besifat global. Sehingga tidak bisa dipahami secara tekstual, untuk itu bagi orang awam untuk memahaminya perlu penerjemahan dan penafsiran terlebih dahulu. Dalam makalah ini kami akan memaparkan beberapa hal yang erat kaitannya untuk memahami Al-Qur’an. Yaitu kami akan memaparkan mengenai Tafsir, Ta’wil dan Terjemah,serta mengenai ayat Makiyah dan Madaniyah. 

B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian mengenai tafsir,takwil,dan tarjamah ? 2. Apa syarat untuk melakukan pentakwilan ? 3. Apa perbedaan tafsir,takwil dan tarjamah dan bagaimana contoh-contohnya ? 4. Apa pengertian mengenai ayat-ayat makkiyah dan madaniyah ? 5. Apa ciri-ciri ayat makiyah dan madaniyah ? 6. Apa kegunaan mengetahui ayat-ayat makiyyah dan madaniyah dalam memahami kandungan al-qur,an ? 

C. Tujuan 
 1. Untuk mengetahui mengenai tafsir,takwil,dan tarjamah. 2. Untuk mengetahui syarat untuk melakukan pentakwilan. 3. Untuk mengetahui perbedaan tafsir,takwildan tarjamah . 4. Untuk mengetahui mengenai ayat-ayat makkiyah dan madaniyah. 5. Untuk mengetahui ciri-ciri ayat makiyah dan madaniyah. 6. Untuk mengetahui kegunaan ayat-ayat makiyah dan madaniyah dalam memahami kandungan al-qur’an
. BAB II 
PEMBAHASAN 
 A.Pengertian Tafsir,Takwil,dan Tarjamah A.1. Tafsir Dalam bahasa Arab, kata tafsir (التفسير) berarti (الإيضاح والتبيين) “menjelaskan”. Lafal dengan makna ini disebutkan di dalam Al-Quran, وَلاَ يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلاَّ جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا “Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik tafsirnya.” (QS Al-Furqan: 33) Selain itu, kata tafsir berasal dari derivasi (isytiqâq) al-fasru (الفسر) yang berarti (الإبانة والكشف) “menerangkan dan menyingkap”. Di dalam kamus, kata al-fasru juga bermakna menerangkan dan menyingkap sesuatu yang tertutup. Tafsir atau At-Tafsir menurut bahasa mengandung arti antara lain: Menjelaskan, menerangkan, yaitu ada sesuatu yang semula belum atau tidak jelas memerlukan penjelasan lebih lanjut, sehingga terang dan jelas. Keterangan sesuatu, yaitu perluasan dan pengembangan dari ungkapan-ungkapan yang masih sangat umum, sehingga menjadi lebih terperinci, mudah difahami serta dihayati. Sedangkan Tafsir menurut istilah, para ulama memberikan rumusan-rumusan yang berbeda, antara lain adalah sebagai berikut: 1. Menurut al-Jurjani, tafsir adalah menjelaskan makna ayat al-qur’an ,baik dari segi persoalanya, kisahnya, sebab turunnya, dengan mengemukakan lafal yang dapat menunjukkan pada makna secara terang. 2. Menurut az-Zarkazyi, ilmu yang mengkaji pemahaman Kitabullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw, menerangkan makna-maknanya mengeluarkan hukum-hukum yang dikandungnya , serta ilmu-ilmu yang ada didalamnya. 3. Menurut al-Kilbyi ialah mensyarahkan al-qur’an, menerangkan maknanya dan menjelaskan apa yang dikehendakinya dengan nashnya atau dengan isyaratnya dan rahasianya yang dalam. Dari beberapa ta’rif tersebut di atas dapat dilihat bahwa rumusan-rumusan yang dikemukakan oleh para ulama tersebut adalah berbeda dalam titik perhatiannyaa yakni menjelaskan, ada yang titik perhatiannya pada lafazh, ada yang pada ayat dan ada pula yang langsung kepada kitabullah. Maka berdasarkan rumusan-rumusan tersebut dapat disimpulkan bahwa: “Tafsir adalah usaha yang bertujuan menjelaskan Al-Qur’an atau ayat-ayatnya atau lafazh-lafazhnya agar yang tidak jelas menjadi jelas, yang samar-samar menjadi terang, yang sulit difahami menjadi mudah difahami, sehingga Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia benar-benar dapat difahami, dihayati dan diamalkan, demi tercapainya kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.”

 A.2. Takwil Ta’wil secara bahasa berasal dari kata ‘ail’ yang berarti ke asal, ada juga yang mengatakan bahwa ta’wil berasal dari kata ‘aul’ yang berarti memalingkan, memalingkan ayat dari makna yang dhahir kepada suatu makna yang dapat diterima olehnya. Adapula takwil yang berasal dari kata al-siyasah yang berarti menyiasati, yakni bahwa dalam lafazh-lafazh tertentu atau kalimat-kalimat yang mempunyai sifat khusus memerlukan siasat yang jitu untuk menemukan makna yang setepat-tepatnya. Adapun mengenai arti takwil menurut istilah, banyak para ulama memberikan pendapatnya, antara lain berikut ini : 1. Menurut Al-Jurzani: Ta’wil ialah memalingkan suatu lafadh dari makna dhahirnya terhadap makna yang dikandungnya apabila makna alternatif yang dipandangnya sesuai dengan ketentuan Al-Qur’an dan As-Sunnah. 2. Menurut ulama salaf ta’wil adalah menjelaskan makna suatu ungkapan, baik yang bersesuaian dengan makna lahirnya ataupun bertentangan. 3. Menurut ulama khalaf ta’wil adalah suatu usaha untuk memahami lafadh-lafadh (ayat-ayat) al-Qur’an melalui pendekatan pemahaman arti yang dikandung oleh lafdh itu. Dengan kata lain, takwil berarti mengartikan lafdh dengan beberapa alternatif kandungan makna yang bukan merupakan makna lahirnya. Sasaran ta’wil pada lazimya menyangkut ayat yang mutasyabihat atau ayat-ayat yang mempunyai sejumlah kemungkinan makna yang dikandungnya.

 A.3. Tarjamah Terjemah menurut bahasa adalah salinan dari suatu bahasa ke bahasa lain atau mengganti, menyalin, memindahkan kalimat dari suatu bahasa ke bahasa lain. Sedangkan yang dimaksud dengan terjemah al-qur’an adalah seperti yang dikemukakan oleh ash-shabuni; memindahkan al-qur’an ke bahasa lain yang bukan bahasa arab dan mencetak terjemah dalam beberapa naskah untuk dibaca orang yang tidak mengerti bahasa arab, sehingga ia dapat memahami kitab Allah. Kata terjemah dapat dipergunakan pada dua arti 1. Terjemah Maknawiyyah atau Tafsiriyyah,yaitu terjemah yang mengungkapkan makna kedalam bahasa kedua yang perkatanya tidak terikat dengan kosa kata yang ada dalam bahasa pertama. Terjemah ini dinamakan terjemah tafsiriyah karena dalam mengungkapakan makna yang dimaksud hampir menyerupai tafsir. 2. Terjemah Harfiyyah,Lafdhiyyah, yaitu yang kata perkatanya sangat terikat dengan kosa kata yang ada dalam bahasa pertama, sehingga seakan-akan hanya menggantikan makna kata-kata itu pada urutan dan tempatnya masing-masing secara sama.

 B. Macam – Macam Syarat Menakwilkan. Menurut Wahbah al-Zuhailiy ,macam – macam syarat takwil dibagi menjadi 4 syarat, yaitu: 1. Lafadz yang ditakwil harus muhtamil (mempunyai kemungkinan arti lain) walaupun arti itu jauh dari arti sebenarnya asalkan bukan arti yang gharib (asing) sama sekali. 2. Takwil harus didasarkan pada dalil atau indikasi yang sah dan dalil tersebut harus lebih kuat dari pada makna lahiriah lafadz. 3. Takwil tersebut harus merupakan salah satu makna yang dikandung oleh lafadz yang dipalingkan maknanya itu. 4. Orang yang menakwil adalah yang mempunyai otoritas dan kompetensi untuk itu sehingga dalam melakukan takwil sesuai dengan ketetapan bahasa atau kebiasaan syara` . 

 C.Perbedaan Tafsir ,Takwil, Dan Tarjamah Serta Contoh-Contohnya. Perbedaan tafsir ,takwil ,dan terjemah secara umum 1. Tafsir: menjelaskan makna ayat yang kadang-kadang dengan panjang lebar, lengkap dengan penjelasan hukum-hukum dan hikmah yang dapat diambil dari ayat itu dan seringkali disertai dengan kesimpulan kandungan ayat-ayat tersebut. 2. Ta’wil: mengalihkan lafadz-lafadz ayat al-Qur’an dari arti yang lahir dan rajih (kuat) kepada arti lain yang samar dan marjuh (lemah). 3. Terjemah: hanya mengubah kata-kata dari bahasa arab kedalam bahasa lain tanpa memberikan penjelasan arti kandungan secara panjang lebar dan tidak menyimpulkan dari isi kandungannya. Perbedaan Tafsir Dan Takwil . ♦Tafsir 1. Pemakaiannya banyak dalam lafadz-lafadz dan mufradat 2. Jelas diterangkan dalam al-qur’an dan hadits-hadits shahih 3. Banyak berhubungan dengan riwayat 4. Digunakan dalam ayat mukhkamat (jelas) 5. Bersifat menerangkan petunjuk yang dikehendaki ♦Takwil 1. Pemakaian lebih banyak pada makna-makna dan susunan kalimat 2. Kebanyakan di istinbadh oleh para ulama 3. Banyak berhubungan dengan dirayat 4. Digunakan dalam ayat-ayat mutasyabihat 5. Menerangkan hakikat yang dikehendaki Kesimpulannya tafsir adalah pengertian lahiriyah dari ayat Al-Qur’an yang pengertiannya secara tegas mengatakan maksud yang dikehendaki Allah… Azza wa jala… Sedangkan ta’wil pengertian-pengertian tersirat yang diistimbatkan ( diproses ) dari ayat-ayat Al-Qur’an yang memerlukan perenungan dan perkiraan, serta merupakan sarana pembuka tabir. Perbedaan tafsir dengan terjemah, baik terjemah harfiyah maupun tafsiriyah antara lain: 1. Pada terjemah terjadi perpindahan bahasa dengan kata tidak ada lagi bahasa pertama yang melekat pada bahasa terjemah, tidak demikian halnya dengan tafsir. Tafsir selalu ada keterkaitan pada bahasa asalnya dan tidak mesti adanya pemindahan bahasa. Yang menonjol dalam tafsir adanya keterangan dari kata-kata mufrad maupun susunan kalimat. 2. Pada terjemah tidak boleh melakukan istidhrad yaitu penguraian yang meluas yang melebihi dari sekedar pemindahan bahasa, sedangkan tafsir boleh. 3. Pada terjemah dituntut terpenuhinya semua makna dan maksud yang ada pada bahasa yang diterjemahkan, tidak halnya demikian dengan tafsir. 4. Pada terjemah harus diakui bahwa sipenterjemah sudah melakukan terjemahan,sejauh ia telah berhasil memindahkan makna bahasa pertama kebahasa terjemah(kedua),sedangkan tafsir tidak. Contoh Tafsir a. Tafsir Bil Ma’tsur ♦ Menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an:Misalnya dalam surat Al-Hajj: 30 “Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya…”. Kalimat ‘diterangkan kepadamu’ (illa ma yutla ‘alaikum) ditafsirkan dengan surat al-Maidah:3 “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.. “ ♦Menafsirkan Al-Qur’an dengan As-Sunnah/Hadits Contoh Surat Al-An’am ayat 82: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan dan mereka orang-orang yang mendapat petunjuk” Kata “al-zulm” dalam ayat tersebut, dijelaskan oleh Rasul Allah saw dengan pengertian “al-syirk” (kemusyrikan). ♦Menafsirkan Al-Qur’an dengan pendapat para sahabat Contoh surat an-Nisa’ ayat 2 Mengenai penafsiran sahabat terhadap Alquran ialah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Halim dengan Sanad yang saheh dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menerangkan ayat ini: “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.” Kata ”hubb”dalam ayat tersebut ditafsirkan oleh Ibnu Abbas dengan dosa besar Menafsirkan Al-Qur’an dengan pendapat para Tabi’in:Contoh Surat Al-Fatihah: Penafsiran Mujahid bin Jabbar tentang ayat: Shiraat al-Mustaqim yaitu kebenaran. b. Tafsir Bir Ra’yi:Contoh surat al-Alaq: 2 “Khalaqal insaana min ‘alaq” Kata alaq disini diberi makna dengan bentuk jamak dari lafaz alaqah yang berarti segumpal DARAH yang kental c. Tafsir Bil Isyari:Suatu penafsiran diamana menta`wilkan ayat tidak menurut zahirnya namun disertai usaha menggabungkan antara yang zahir dan yang tersembunyi.” Contoh Surat Al-Baqoroh: 67 “...Innallaha ya`murukum an tadzbahuu baqarah…” Yang mempunyai makna ZHAHIR adalah “……Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina…” Tetapi dalam tafsir Isyari diberi makna dengan “….Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih nafsu hewaniah…” Contoh Takwil “Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati.”(Q.S.AL-An’am:95) Tafsirnya: Mengeluarkan burung dari telur Ta’wil:Mengeluarkan yang alim dari yang bodoh /mengeluarkan yang beriman dari yang kafir. D. Pengertian Ayat Makkiyah Dan Madaniyah Ayat Makiyah adalah ayat yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan di Mekah. Ayat Madaniyah adalah ayat yang diturunkan sesudah hijrah sekalipun bukan di Madinah.

 E. Ciri – Ciri Ayat Makiyah Dan Madaniyah Ciri – ciri ayat Makkiyah 1. Ayat – ayatnya pendek (ijaz), nada perkataannya keras dan bersajak . 2. Setiap surah yang didalamnya terdapat lafadz kalla . 3. Seruan umumnya menggunakan ungkapan Yaa-Ayyuhannas atau yaa-banii adama,kecuali QS.AL-Hajj 4. Terdapat banyak lafadz sumpah. 5. Mengandung kisah para nabi dan umat terdahulu,kecuali Al-Baqoroh. 6. Setiap surat dibuka dengan huruf muqotho’ah/hija’i,keuali Al-Baqoroh dan Al-Imran,adapun Ar-Rad masih diperselisihkan. 7. Kebanyakan ayat-ayatnya mengandung ajaran Tauhid , menyeru untuk beriman kepada Allah dan hari kiamat serta menggambarkan keadaan surga dan neraka. 8. Mengajak manusia supaya berakhlak mulia dan berjalan diatas jalan hidup yang benar. Ciri – ciri ayat Madaniyah 1. Ayat – ayatnya panjang, gaya bahasa dalam , menerangkan hukum-hukum agama cukup jelas. 2. Setiap surat yang didalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab. 3. Ayat – ayatnya mengandung hukum dan ibadah . 4. Ayat-ayatnya menyinggung izin untuk berjihad (berjuang) secara bersungguh-sungguh dijalan Allah , perang , dan menjelaskan hukum-hukumnya. 5. Ayat – ayatnya menyinggung hal- ihwal orang-orang munafik membantah kepercayaan / pendirian dan tatacara keagamaan Ahlul kitab (kristendan yahudi) yang dipandang salah,kecuali QS Al-ankabut. . 

 F. Kegunaan Mengetahui Ayat-Ayat Makiyyah Dan Madaniyah Dalam Memahami Kandungan Al-Qur’an. 1. Untuk dijadikan alat bantu dalam menafsirkan qur’an,sebab pengetahuan mengenai tempat turun ayat dapat membantu memahami ayat tersebut dan menafsirkannya dengan tafsiran yang benar ,sekalipun yang menjadi pegangan adalah pengertian umum lafadz ,bukan sebab yang khusus. 2. Meresapi gaya bahasa al-qur’an dan memanfaatkannya dalam metode berdakwah menuju jalan Allah ,sebab setiap situasi mempunyai bahasanya tersendiri. 3. Mengetahui sejarah hidup Nabi melalui ayat-ayat Al-qur’an , sebab turunnya wahyu kepada Rosulullah sejalan dengan sejarah dakwah dengan segala peristiwa yang menyertainya, baik pada periode mekkah maupun madinah ,sejak permulaan turun wahyu hingga ayat terakhir diturunkan. 

BAB III PENUTUP KESIMPULAN


1. Tafsir: menjelaskan makna ayat yang kadang-kadang dengan panjang lebar, lengkap dengan penjelasan hukum-hukum dan hikmah yang dapat diambil dari ayat itu dan seringkali disertai dengan kesimpulan kandungan ayat-ayat tersebut. 2. Ta’wil: mengalihkan lafadz-lafadz ayat al-Qur’an dari arti yang lahir dan rajih kepada arti lain yang samar dan marjuh. 3. Terjemah: hanya mengubah kata-kata dari bahasa arab kedalam bahasa lain tanpa memberikan penjelasan arti kiandungan secara panjang lebar dan tidak menyimpulkan dari isi kandungannya. 4. Ayat Makiyah adalah ayat yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan di Mekah. 5. Ayat Madaniyah adalah ayat yang diturunkan sesudah hijrah sekalipun bukan di Madinah DAFTAR PUSTAKA Al Qaththan, Syaikh Manna’. Pengantar Studi Ilmu AlQur’an. 2006. Jakarta : Pustaka Al- Kautsar Anwar, Rosihon, 2008, Ulumul Qur’an. Bandung; Pustaka Setia. Syauqi, Rif’at. Hasan, Ali, 1988, Pengantar Ilmu Tafsir, Jakarta, Bulan Bintang. http://nanangsoehendar.blogspot.com/2012/01/mekanisme-pentakwilan.html ta
[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 0 komentar»

AGAMA BUDDHA

AGAMA BUDDHA 


 Makalah ini Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Agama- Agama 
Disusun oleh :
 Puji Hartati (12540069) 
Nur Arifin (12540058)
 Affa Fatuhrahmah (125400) 
Ni’matus Solihah (12540045)
 Muhammad Idris Jamalullah (12540088 ) 
Indra Munawwar (12540078) 
M. Ihsan hakiki (125400 

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI AGAMA 
FAKULTAS USHULUDDIN, STUDI AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM
 UNIVERSITAS NEGERI SUNAN KALIJAGA 
YOGYAKARTA 2013 



 BAB I PENDAHULUAN 

A. LATAR BELAKANG 
Latar belakang dari judul yang kelompok kami ambil adalah kelompok 1 (satu) ingin mengetahuai kapan munculnya Agama Budha ini, tentang apa yang dimaksud dengan Agama Budha dan bagaimana cara Agama Budha melakukan Ritual- ritual yang mereka anggap percayai. Disini juga bagaimana Agama Budha itu menggambarkan tentang Makna dan Tujuan hidup yang menawarkan intrrprestasi Kontemporer tentang pencerahan bagi Agama yang sangat Fundamental menutrut Ajaran- ajaran yang berasal dari perjalanan Sidharta Guatama yang mana disini mempunyai beberapa jalan yang dianggap Mulia bagi Umat yang memeluk Agama Budha, ada Enam (6) Paramita dan ada beberapa Hukum sebab diuraikan mengenai Agama Budha. Ingin mengetahui ajaran- ajaran Agama Budha yang tidak bertitik- tolak dari Tuhan dan Hubungannya dengan Alam semestadan seluruh Isi keaadannya, termasuk Manusia, tetapi dari keadaan manusia yang yang dihadapinya dalam kehidupan sehari- hari, terutama tentang tata Susila yang harus dijalani Manusia agar terbebas dari linkaran dukkha yang selalu mengiringi Hidupnya.Dengan banyaknya ajaran- ajaran yang berkembang , banyak pula para Ilmu Agama memepertanyakan Apakah Agama Budha dapat dipandang sebagai Agama atau hanya sebagai Aliran Filsafat. Ajaran Buddha dibawah oleh Guatama bahwasanya Agama Buddah tidak hanya dipandang sebagai Agama atau Filsafat saja , akan tetapi pengertian dari semua itu merujuk pada arti Agama dan Filsafat akan tetapi semua itu mencangkup fenomena yang terdapat di Alam semesta. Yang mana ajaran Buddha menekankan pada bagaimana Orang- orang yang menganut Agama Buddha memahami Buddha, adapun perkembangan yang ada bahwasanya Buddha itu mengajarkan atau mengkaitkan pula dengan Masalah Ketuhanan yang mana merupakan salah satu ciri ajaran Agama Buddha. Ajaran yang ada di Buddha yaitu, dharma yang mana ajaran ini membicarakan tentang masalah- masalah yang dihadapi Manusia dalam kehidupan, baik dengan ciri manusia itu sendiri maupun yang berhubungan dengan Tuhan dan beserta Alam Semesta beserta isinya. Selanjutnya yaitu ajaran Sangha, selain mengajarkan bagaimana umat Buddha memandang sangha sebagai pasamuan para bikkhu, juga yang mana berkaitan dengan umat Buddha yang menjalankan Dharmanya, dan juga dengan pertumbuhan dan perkembangan Agama Buddha , baik di tempat kelahiran maupun ditempat- tempat Agama Buddha berkembang. Berdasarkan paparan- paparan diatas, uraian dalam pembuatan Makalah ini kami dari kelompok satu akan mencoba membahas mengenai Agama Buddha dari ketiga pokok ajaran- ajaranya dengan penggambaran sekilas, tidak begitu mendalam, akan tetapi kami mengharapkan dapat memberikan gambaran yang agak lengkap tentang Agama Buddha yang kita pelajari. Bagi para teman- teman yang ingin mendapatkan pengertian Agama Buddha lebih mendalam, silakan teman- teman mengikiti atau ikut serta dalam diskusi yang akan kelompok satu bahas secara lebih mendalam mengenai Agama Buddha. Dan dapat juga membaca buku- buku yang ada diperpustakaan di kampus UIN maupun perpustakaan yang ada di sekitar kita, kami kelompok satu membuat Makalah ini banyak memakai Buku sebagai rujukan untuk mengetahui lebih luwes. 

B. RUMUSAN MASALAH 

a. Apa Asal- usul Agama Buddha dan Pengertian Buddha ? b. Apa ajaran- ajaran pokok dari Agama Buddha? c. Bagaimana Prefektif topologi atau klasifikasi tentang Agama Buddha terhadap Agama yang lain? 

C. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH 

Adapun tujuan dari pembuatan Makalah ini adalah supaya dapat memahami tentang apa itu Agama Buddha yang ada di masa sekarang baik dari penjuru Dunia dan terutama di Indonesia, dan apa- apa saja yang dipelajari oleh Agama Buddha , terutama dari kelompok satu, sangat ingin mengetahui tentang ajaran- ajaran yang merupakan sebuah kepercayaan yang dianut oleh para Orang- orang yang memeluk atau memahami tentang Agama Buddha ini. Dan apa ritual- ritual yang dilakukan oleh para pemeluk Agama Buddha itu. Dengan adanya pembuatan Makalah dari kelompok satu ini kita semuadpat mempelajari tentang Agama Buddha. Mudah- mudahan dengan adanya Makalah yang berjudul Sejarahy- sejarah Agama kita semua bisa sering dan dapat berbagi cerita dan pengalaman yang teman- teman ketahui mengenai judul Makalah ini yang membahas tentang Agama Buddha secara detail dan terperinci.

 D. BATASAN MASALAH

 Disini kami kelompok satu hanya membahas tentang Agama Buddha yang mana, kami hanya membatsi masalah yang kami angkat sebagai judul yaitu sekedar memahami tentang apa itu Agama Buddha yang kelompok satu ketahui.

 BAB II PEMBAHASAN 

Agama Buddha yang telah tercangkup dalam Buku yang berjudul Agama- agama Dunia tercangkup dalam sebuah Istilah Dharma Bahasa Sansekerta atau yang sering disebut Dhamma yang artinya Pali yang mana nama ini merupakan Inti dari seluruh ajaran Buddha Guatama. Secara Etimilogi , perkataan Buddha berasal dari “Buddh” , yang berarti bangun, bangkit, dan dapat pula berarti pergi dari kalangan Orang bawah atau yang sering kita sebut Orang Awam. Yang mana secara Etimologi ini terdapat kata kerjanya “Bujjhati” , yang juga mempunyai arti bangun, atau yang mendapat pencerahan, memperoleh, mengetahui, mengenal, atau mengartikan. Dari beberapa arti- arti secara Epitemoslogi ada beberapa pengertian tentang perkataan Buddhayang mana mempunyai beberapa pengertian seperti: • Orang yang mempunyai kebijakan yang sempurna • Orang yang sadar Spiritualnya • Orang yang bersih dari kotoran Batin dan Dosa ( kebencian), • Lobha (serakah) dan • Moha atau kegelapan Dari beberapa pengertian yang dipaparkan diatas tanpaklah bahwa Buddha itu bukan nama Diri, melainka suatu Orang yang dapat menciptakan sesuatu Spiritual tertentu, yang mana dalam pengertian menurut istilah Buddha adalah dharma yaitu telah mencapai pencerahan dan kesadaran ataupu penerangan tertinggi. Selain Guatama mendapatkan gelar Buddha ia juga mendapatkan gelar Bhagava ( Orang yang menjdikan diri sendi sebagai Guru tanpa ada yang mengajar sebelumnya), ia juga termasuk Orang yang terpilih yang mana ia yaitu Orang yang, sakya mimi ( Petapa dari suku sakya), sakya-summa (Singa dari suku sakya), Sugata (Orang yang datang dan selamat), svarta-sidha (Orang yang terkabul semua permintaanya), dan Thatagata (Orang yang baru datang). Buddha Guatama Dilahirka dari Rahim Dewi Mahayana sekitar Tahun 500 S.M. di Taman Lumbini kerajaan Kapilawastu, India Utara sekitar 100 Mil dari Benares. Ayahnya Soaddhodana, adalah merupakan Seorang Raja kecil yang yang berasal dari suku yang memerintah suku Sakya. Ketika Buddha datang keIndia maka Kerajaan- kerajan yang ada diIndia terpecah belah karena pada masa itu semua ingin menguasai Masyarakat dalam bidang Sosial Politik maupun Moral Keagamaan. Dalam bidang kehidupan banyak timbul kekacauan dalam segi pemikiran , yang mana timbulnya perdebatan mengenai Teologis, apa Roh itu, bagaimana Manusia setelah Mati, bagaimana cara mencapainya dan sebagainya. Dan pada akhirnya lahirlah Aliran – aliran yang menggambarkan tentang Upacara- upacara tentang Brahmana, adapun Aliran- aliran tersebut adalah : a. Aliran Carvaka yaitu, aliran yang menjelaskan kaum brahmana dan beranggapan bahwa yang ada hanya Jagad (loka), dan tidak ada sesuatu yang ada diatas sesudah sehingga sering disebut lokayata. b. Aliran Tithia yaitu, aliran ini mengakuai adanya Roh yang kekal dan mempunyai sifat bahagia yang dilahirkan berulang kali kedalam tubuh Manusia dan dari Tubuh Manusia kembali ketubuh Manusia lain yang lebih Rendah. Kelahiran Buddha sebagaimana kelahiran manusia, yang mana digambar- gambarkan di Naskah- naskah Mahalaya, diliputi dengan legenda yang melambangkan kebesaran dan kesucian. Setelah lahir dengan adanya Dongeng dan keajaiban itu, kemudian Guatama hidup sebagai Putra Raja Suddona di Kapilawastu sampai ia pada pencerahan. Secara garis besar tentang kehidupanya dibagi menjadi Empat periode yaitu: 1. Buddha sebagai Pangeran Siddarta Pada periode ini dimulai saat kelahiran Guatama hingga Ia berusia 29 Tahun. Disini timbullah sebuah Ramalan bahwasanya Ia akan menjadi penakluk Hidup yang sangat sempurna sejati, dan menjadi Buddha. 2. Siddharta Guatama sebagai Petapa Setelah berdiam selama Tujuh Hari Tujuh Malam ditepi Sungai Anoma, petapa Guatama menuju Rajagraha, Ibu Kota Kerajaan Magaddha. Pada saat Ia ada disinilah Ia belajar atau Berguru kepada dua Orang Brahman yang termaysur , Alakalama dan Udnaka Ramaputra. 3. Mendapat penerangan tertinggi dan menjadi Buddha Setelah Ia Duduk melakukan Medsiasi yang terdapat dipoin 1 dan 2 Guatama berturut- tutut mendapatkan penerang tertinggi yaitu: a. Pengetahuan tentang kehidupan atau mengetahui proses kelahiran kembali ( pubbenivasanussasti) b. Pengetahuan dari Mata Dewa atau Mata Batin (dibacakkhu) c. Pengetahuan bahwa timbul dan lenyapnya bentuk- bentuk dari berbagai macam kehidupan, yang baik maupun yang Buruk t6ergantung pada perbuatan masing- masing (cuti upapatana) d. Pengetahuan tentang padamnya semua kecenderungan (asvakkha-yanana) dan menghilangkan ketidak tahuan (avadya) 4. Mengajarkan buddha Setelah Buddha diam tentang pemikiran atau pengetahuanya maka timbul dan muncullah untuk mengajarkan Dharma yang didapatnya itu kepada Orang lain. Namun Ia sangat bimbang karena Dharma yang didapatkanya sangat dalam, sukar untuk dilihat, sulit diterangkan,atas pengertian akal, halus dan Gawat dan hanya dapat diterima oleh para arif Bijaksana. Pada awalnya Ia sangat bimbang dan takut untuk mengajarkanya , akan tetapi demi menolong Orang Didunia dan semua Mahluk yang mendiaminya sehingga Ia memutuskan Untuk mengajarkan dharma tersebut dengan pernyataan: “ tidaklah pintu kesucian bagi mereka yang bertelinga dan yakin”. 

B .SEJARAH PERKEMBANGAN AGAMA BUDDHA 

a. Agama Buddha di India 1. Masa perkembangan Awal Setelah beberapa Minggu BuddhaWafat , segeralah ada pebedaan pendapat dari kalangan pengikutnya karena dia tidak meninggalkan Ajaran yang tertulis dan tidak menunjukan Orang sebagai penggantinya. Pada masa ini belom banyak diketahui tentang perkembangan Agama Buddha di India, terutama pada saat Raja Kaloska meninggal Dunia. Pada saat Raja Asoka muncul dari Dinasti Maurya, sekitar 272 S.M. maka Agama Buddha memperlihatkan Perkembanganya yang sangat pesat keseluruh India. 2. Masa Kekuasaan Raja Asoka Asoka merupakan Kerajan dari panglima perang yang berhasil meluaskan kekuasaan hampir keseluruh India. Tetapi selesai memeluk Agama Buddha, ia menyesali perbuatannya itu, dan setelah ia bertobat dan percaya dengan Agama Buddha Ia menyebar Luaskan dan mengembangkan Agama yang di peluknya disamping usaha- usaha lain yang untuk meningkatkan kesejahterakan Rakyatnya. Setelah Asoka Wafat pada Tahun 233 S.M. Kerajaan berpecah belah dan setelah itu pada Tahun 158 S.M. kekusaan dinasti Muarya diganti dengan Dinasti Songa, pada masa Dinastinya banyak tedapat Perkembangan- perkembangan agama Buddha yang berubah, salah satunya Agama mengutamakan pemujaan dan sesuai dengan Aliran keagamaan kebanyakan yang diyakini Orang India pada saat itu, sehingga berkembang dan meluas kesemua kalangan Rakyat Kecil tetapi dangkal segala- galanya, dan Agama Buddha mendorong Tinggi tumbuhnya pemikiran dalam bidang metafisika dan Filsafat. Perkembangan Buddha tidak terlepas dari peranan dari Tokoh- tokohnya seperti Asvaghosa, Cantideva, Nagarjuna, Aryasanga, dan Arya Dewa. Dan adapun Kitab- kitab yang ditulis sama mereka diantaranya kitab Madyamika karangan Nagarjuna, dan setiap Tokoh mempunyai Aliran masing- masing yang memegang teguh Ajaran- ajaran pokok mengenai Buddha. 3. Kemunduran Agama Buddha Pada Abad ketujuh agama mengalami Kemerosotan semakin luas diIndia. Diantara lain disebabkan adanya serangan dari bangsa Hun putih dari Utara, banyak menghancurkan tempat peribadatan Agama Buddha. Usaha untuk mengatasi kemunduran juga ada seperti yang dilakukan oleh Kaisar Hasya (606- 647 M.) akan tetapi kemunduran tersebut sudah tidak dapat dicegah lagi. Namun , kemunduran Agama Buddha tersebut dapat juga dipandang sebagai kesempatan untuk Agama Buddha berkembang diluar dari pada India, baik dari semua Aliran yang ada dalam ajaran Agama Buddha tersebut. b. Agama Buddha diluar India 1. Agama Buddha diCina Agama Buddha muncul di Cina tidak begitu pasti akan tetapi datangnya Buddha di Cina yaitu, pada kekaisaran Ming Ti (58-76 M). Pada periode awal perkembang Agama Buddha banyak didirikan Wihara- wihara dan dilakukanya menerjemahkan Naskah- naskah ajaran Agama Buddha kedalam Bahasa Cina. Agama Buddha terjadi di Cina pada Abad ke-7 sampai ke-9. Aliran Agama Buddha di Cina, aliran Chan atau dahaya (527-536 M), aliran Viyana (597-667 M), dan aliran Ching-t’u. 2. Agama Buddha di Jepang Agama Buddha masuk ke jepang pada Tahun 853-552 M. Ketika kerajaan kecil Korea mengirimkan sebuah Delegasi pada Kaisar Jepang pada saat itu. Tokoh utama dalam penyebaran Agama Buddha di Jepang adalah Pangeran Shotoku Thaisi (547-621 M), yang mana peran Agama Buddha disini sama dengan peran Agama Buddha pada Kerajaan Asoka di India, masuk keJepang pada Abad ke-13 dan juga banyak terdapat Aliran yang dipahami oleh Masyarakat Jepang pada saat itu. 3. Agama Buddha di Thailand Agama Buddha masuk keThailand pada abad ke-3 S.M. ketika Raja Asoka mengirim dua Orang Bikkhu kesana yang diterima oleh Suku Mon yang mendiami Burma atau Thailand. Sapai abad ke-7 M. Corak Agama Buddha yang berkembang di Thailand adalah Alitan Theravada, namu pada Abad ke-8 pengaruh Aliran Mahayana. Pada permulaan abad ke-13 terjadi penyebaran Agama Buddha kewilayah- wilayah Burma, Thailand, Kamboja dan Tibet. Sejak itu Agama Buddha sangat pesat perkembanganya dan diwariskan dari satu generasi kegenerasi berikutnya. 4. Agama Buddha di Indonesia Berdasarkan penemuan Erkeologi Agama Buddha masuk ke Indonesia pada abad ke-5 M. Dilaporkan bahwa Agama Buddha berkembang di Jawa dan Sumatra, mesti dikatakan dengan penuh penyelewengan. Keadaan Agama Buddha pada waktu itu di buat oleh I’tsing, pada T ahun 672 menetap selama enam Bulan di Sriwijaya guna mempelajari Bahasa Sanskerta sebelum Agama Nalada di India. Pada waktu yang hampir bersamaan dengan kemajuan Kerajaan Sriwijaya, Agama Buddha juga berkembang di Jawa Tengah di bawah kekuasaan Mataram Kuno yang diperintah oleh Wangsa syailendra. Disini Agama Hidup lebih Konpleks karena dua Agama di temukan secara berdampingan yaitu Hindu dan Buddha. Banyak pemberian Informasi mengenai Agama Buddha yaitu salah satunya Candi Borobudur yang didirikan pada masa Samaratungga (312-832 M). Untuk menghormati leluhur dan menandai pucaknya pemerintahanya sebagaiman diketahui dari prasasti Sri kahuluna. Sebagai halnya Agama Di Jawa Tengah, jawa Timur juga ada dua Agama yang Hidip berdampingan yaitu antara Agama Hindu dan Buddha. Keadaan Agama di Jawa Timur ini juga diketahuai dari Sumber- sumber berupa Naskah- naskah yang ditulis sekitar setengah Abad setelah Kartanegara Wafat, yaitu Kitab Negarakartagama, pararaton dan Kakawin Arjunawiwaha. Singkatnya, berdasarkan prasasti- prasasti yang ditemukan baik di jawa maupun Sumatra, dapat diketahui bahwa corak Keagamaan yang dianut pada waktu itu adalah Singkretisme antara Hindu dan Buddha yang mengambil bentu kepercayaan Siwa dan Buddha. Setelah berkembang berabad- abad di Nusantara, Agama Buddha mulai surut dari putaran Roda Sejarah Agama di Indonesia, sejalan dengan kemunduran Kerajaan Majapahit pada Tahun 1520 M. Dan mulai berkembangnya Agama Islam. Sejak Abad ke-16 itu, perkembangan Agama Buddha di Indonesia tidak dapat di ketahui secara pasti, tetapi pada Abad ke-20 Agama Buddha mulai bangkit lagi dipelopori oleh Pelajar asal Belanda, Cina dan Pribumi yang terhimpun dalam “ perkumpulan Teosofi Indonesia”. Puncaknya perkembangan agama Buddha yaitu pada tahun 1950 pada perayaan Waisak di Candi Borobudur pada Tahun 1959 yang mana merupakan tahun yang dijadikan sebagai Tolak titik kebangkitan agama Buddha lagi. Akan tetapi tidak lama dari pelaksanaan Waisak , pada Tahun 1963 terjadi perpecahan para Umat Buddha. Usaha menyatukan Umat buddha di Indonesia terus dilaksanakan melaluai berbagai pertemuan , yang membuahakan Kongres Umat Buddha Indonesia pada tangggal 7-8 Mei 1979 di Yogyakarta. Ketetapan yang cukup pentinag dalam Usaha menciptakan kerukuanan Intern umat Buddha Indonesia adalah pengukuhan keputusan Loka Karya Agama Buddha dengan Kepribadian Indonesia. 


C. AJARAN AGAMA BUDDHA 

a. Sumber Ajaran Agama Buddha Ajaran Buddha bersumber pada Kitab Tripitaka yang merupakan Kumpulan Khotbah, kerterangan, perumpamaan, dan percakapan yang pernah dilakukan oleh sang Buddha dengan para Siswa dan pengikitnya. Dengan demikian, isi kitab tidak semua dari kata- kata Buddha itu sendiri, melainkan juga dari komentar- komentar dari para pengikutnya. Dan dari para pengikutnya ini ajaranya dibagi tiga kelompok besar yaitu: 1. Viyana Pitaka Dalam Kitab ini memuat tentang Turan- aturan . yang berkenaan dengan Bikkhu dan Bikkhuni, dan terdiri atas Sutra Vibanga, Khandaka dan Parivara. Kitab Sutra Vibanga berisi tentang delapan jenis pelanggaran, diantaranya Empat darinya yaitu pelanggaran yang apa bila dilakukan oleh Bikkhu atau Bikkhuni maka Ia dapat di keluarkan dari Sangha. Kitab khandaka memuat peraturan yang berkenaan dengan Upacara kenabbisan Bikkhu. Dan adapun Kitab Paripara yaitu Kitab yang memuat, meringkas. Mengelompokan peraturan Viyana yang disusun dalam bentuk tanya jawab untuk dipergunakan dalam pengjaran dan ujian. 2. Kitab Sutara Pitaka Kitab ini berisikan keterangan- keterangan tentang cara Hidup yang berguna bagi para Bikkhu dan pengikutnya lain. Kitab ini berdiri dari lima Buku yaitu, Dighanikaya, Majjhimanikaya, Angutarani-kaya, dan Khuddakanikaya. 3. Kitab Abhidarma Kitab ini berisi uraian Filsafat Buddha Dharma yang disusun secara analitis dan mencangkup berbagai bidang seperti, Ilmu Jiwa, Logika, Etika dan Metafisika. Kitab ini terdiri dari 7 buah Buku yaitu, Dhammasangani, Vibhhanga, Dathukatha, Punggalapannatti, Kathavatthu, Yamaka, dan Pathana. Bedanya antara kitab Sutra dan Viyana yang mana memakai bahasa Naratif, sederhana, dan mudah mengerti umum, gaya Bahasa kitab abhidharma bersifat sangat teknis dan analitis. • BeberapaPokok Ajaran Agama Buddha Agama Buddha mempunyai Tiga kerangka dasar yaitu, Filsafat, Moral dan upacara keagamaan yang membedakan dari Agama- agama lain. Dari tiga kerangka dasar tersebut dilandaskan pada lima Ajaran pokok yaitu, Tri Ratna, yang mana terdiri dari Buddha, Dharma,dan Sangha; Catur Arya Satyani dan Hasta arya Marga; Hukum karma dan tunimbal lahir; talakana, atau tiga corak umum, terdiri atas Anitya, Anatman, dan Dukkha; dan Hukum Pratitya Samuppada atau Hukum sebab akibat yang saling bergantungan. Dari Ajaran kelima tersebut merupakan pengertian minimalyang terdapat dalam semua golongan dan Aliran Agama Buddha. Berdasarkan landasan yang lima tersebut adalah akan menguraikan akan ajaran –ajaran Agama Buddha tentang Ketuhanan, kosmologi, Manusia, Etika, Ritual keagamaan serta susunan Masyarakat Buddha dan hal- hal yang berkaitan denganya. a. Ajaran Tuhan Ajaran Agama Buddha bertitik tolak dari kenyataan yang dialami dengan Manusia dalam Hidupnya. Ajaran tidak memulai dari prinsip Transendent, yang mempersoalkan tentang Tuhan dan hubunganya dengan Alam Semesta dan segala isinya, melainkan dimulai dengan menjelaskan tentang Dukkha yang selalu menyertai Hidup Manusia dan cara membebaskan diri Dukkha tersebut. Dari proses sejarah ,dewasa ini ada dua hal apa yang disebut Agama Buddha, yaitu pemahaman Aliran Theravada yang bermuara pada pemikiran Staviravada, dan pemahaman Aliran Mahayana yang mana kelanjutan dari mahasanghika. Oleh karena itu , Tuhan selalu diungkap dalam Aspek- aspek Nafi, seperti tidak dilahirkan, tidak menderita, tidak menjelma, tidak tercipta dan sebagainya. Dasar dari pemahaman tentang Tuhan yang diungkapkan dalam aspek Na’if tersebut berasal dari sabda- sabda Buddha yang menggambarkan tentang sesuatu yang Mutlak yang mengatasi yang ada. “para Bikkhu, ada yang tidak dilahirkan, menjelma, tidak tercipta, yang mutlak. Para Bikkhu apa bila ada yang tidak dilahirkan, tidak menjelma, tidak tercipta yang Mutlak, maka tidak ada kemungkinanuntuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemuncul dari sebab yang lalu. Tetapi para Bikkhu, karena ada yang tidak dilahirkan, tidak menjelma, tidak menciptakan, maka adanyakemungkinan untuk bebas untuk lahir, penjelmaan, permunculan dari masa lalu.” Didalam memahami Tuhan ada Aliran tentang Tuhan,yang pertama yaitu Aliran theravada yang mengungkapkan bahwa Tuhan tidak mempunyai hubungan akibat dengan Alam Semesta ini, karena hubungan yang demikian bersifat Relatif. Niban mempunyai arti yang sangat Khusus untuk menggambarkan akhir proses yang terjadi dalam diri Manusia, yang berbeda dengan Konsep sorga maupun Neraka, ataupun arti yang lebih Identik dengan Islam, Kristen dan Hindu. Dalam Aliran Mahayana, Tuhan dipahami tidak jauh dari Agama- agama lain. Dan dala Ajaran Trikaya pertama kali dikemukakan oleh Asvagosha pada Abad pertama Masehi untuk menerangkan hierrarki para Buddha dengan Boddhisatwa. Aliran Staviravada memperkenalkan bahwa Buddha adalah Manusia yang telah mencapai pencerahan. Mahasanghika menganggapnya sebagai Mahluk yang yang luar biasa, sedangkan Sarvastivada memandangnya sebagai Mahluk yang suci. Namun mahayana memandang Buddha dengan beberapa aspek menurut Mazhab yaitu: a. Aspek inti, yang mencangkup semuanya, bersifat buanidan tidak dapa dibayangkan. b. Aspek kemampuan, yang tidak terbatas namun tidak bermanifestasi. c. Aspek manifestasi, yaitu keBuddhaan yang memanifestasikan diri pada tubuh Duniawi Sakyamuni Buddha dan Buddha Duniawi lainya. Ajaran tentang Buddha Primodial, hakekat dan inti kenyataan, sepertiyang tampak dalam Dramakaya, berhubungan erat dengan Doktin Adi Buddah atau Buddha yang bermulaan dan mengatasi, yang terdapat dalam Aliran Mahayana di Nepal dan Indonesia. Doktrin Adi Buddha ini dikenalkan kembali di Indonesia sekitar Tahun 1964 oleh Bikkhu Ashin Jinarakkhita dan dikuatkan oleh pengumuman Direktur Jendela Bmbingan Masyarakat Hindu dan Buddha Departeman Agama RI pada Tahun 1973. Dari pengertian diatas, dapat dikatakan bahwa Doktrin Adi Buddha dalam Aliran Mahayana merupakan Doktrin yang berusaha mempersionafikasi konsep Buddhaan sebagai Tuhan atau persembaha tertinggi. b. Ajaran Buddha, seluruh alam ini adalah ciptaan yang timbul dari sebab- sebab yang mendahuluinyaserta tidak kekal. Oleh karena itu ia disebut sankhata Dharma yang berarti ada, dan Sankhara yaitu saling bergantungan sesuatu yang timbul dari sebab yang mendahului. Dalam Visudha Maga 2204, dan terbagi beberapa Golong- golongan yaitu: 1. Shankharaloka adalah alam mahluk yang tidak mempunyai kehendak seperti benda- benda mati, batu Emas, logam dan semua sumber alamiah yang perlukan Manusia. 2. Sattaloka adalah alam para Mahluk Hidup yang mempunyai kehendak, mulai dari Mahluk yang rendah hingga Mahluk Tertinggi, kelihatan atau tidak, seperti Syetan, Manusia, Dewa dan Brahma. 3. Rupaloka, atau alam bentuk, terdiri dari 16 alam Brahma yang bisa dicapai dengsn meheningkan cipta dalam samadi. 4. Arupaloka adalah alam tanpa bentuk bentuk yaitu alam dewa yang tidak berbadan, yang Hidup selesai tingkatan keempat dalam samadi. - Alam bukan persepsi dan bukan non persepsi - Alam mengetahui kekosongan - Alam kesadaran yang tidak terhingga - Alam ketidak- terhinggaan ruang 5. Okasaloka adalah alam- tempat c. Ajran tentang Manusia Manusia menurut ajaran Buddha adalah kumpulan dari kolompok energi fisik dan mental yang selalu dalam yang bergerak yang disebut pancakhanda atau lima kelompok yang gemar yaitu, Rupakhanda yang mana kelompok ini merupakan kegemaran dalam bentuk Wujud atau bentuk, sanakhandha (serakah), shankaharakhandha,dan Vinnakhandha. d. Ajaran tentang Etika Dalam ajaran Buddha, Hasan Arya Marga yang membicarakan masalah perbuatan Baik dan Buruk, benar dan salah, menepati kedudukan yang paling penting karena merupakan inti dari Ajaran Agama Buddha untuk membebaskan Manusia dari Dukkhadan mencapai Nirwana. e. Ajaran tentang Sangha Dalam naskah- naskah Buddha dijelaskan bahwa sangha adalah pasamuan dari mahluk- mahluk suci atau yang sering disebut Arya-punggala. Mereka adalah mahluk- mahluk suci yang mencapai buah kehidupan beragama yang ditandai oleh satu kesatuan dari pandangan yang bersih dan sila yang sempurna. f. Upacara Agama Buddha Didalam Buddha ada macam- macam upacara yang dilakukan Umat Buddha yang mana terkandung dalam prinsip- prinsip Penting yaitu, menghormati dan merenungkan sifat- sifat luhur triratna, memperkuat keyakinan, membina keyakinan Batin, mengulang Khotbah- khotbah sang Buddha, dan melakukan Anumodhana. 




 Agama Buddha adalah Agama yang di bawah oleh Siddharta Guatama yang man a di Agama Buddha dikenal Orang yang dapat Pencerahan dari Tuhan, dan Buddha itu bukan diambil dari diri, melainkan gelar yang di Hormati bagi Orang yang telah mendapat Spiritual tertentu, yang mana menurut Istilah Buddha itu telah mendapatkan Pencerahan tertinggi dan penerangan yang tinggi. Selain mendapat gelar Buddha juga mendapat gelar Sidharta yang artinya Orang yang telah menjadi sendiri tanpa Guru dan belajar sendiri. Dan juga terdapat beberapa sumber dari tiga buah yang dianggap penting yaitu: a. Nidha Katha yaitu, cerita pada permulaan yang mana terbagi menjadi beberapa : 1. Permulaan Hidup Buddha 2. Mulainya lahirnya Buddha 3. Mahavastu atau peristiwa- peristiwa Besar b. Lalita Vistara yaitu, cerita tentang permainan c. Buddhacaruta atau cerita tentang Buddha Adapun didalam Agama Buddha ajaran- ajaran pokok yaitu : 1. Tuhan 2. Kosmologi 3. Manusia 4. Etika 5. Ritual keagamaan serta susunan Masyarakat Buddha dan hal- hal yang berkaitan denganya. Dan ada juga mengenai perkembangan Agama Buddha yang berkembang di India yaitu ada beberapa Periode : a. Masa perkembangan Awal b. Masa kerajaan Asoka c. Kemunduran Agama Buddha di India Selain perkembngan di India juga ada ajaran Buddha yang terdapat diluar India yaitu sebagai berikut : a. Di Cina b. Di Jepang c. Thailand dan d. Di Indonesia SARAN Dari pemaparan yang ada di Makalah ini mungkin terlalu rancu maka kami dari kelompok sangat menyadari bahwasanya Makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, kami dari kelompok Satu sangat mengharapkan Kritik dan saran Bapak Pengapuh mata kuliah Sejarah Agama- agama untuk memberikan masukan agar kami dari kelompok satu mengetahui kesalahan- kesalahan yang terdapat di Makalah ini. Dan juga dari teman- teman yang membaca Makalah kami kelompok satu mengharapkan adanya Saran dan Kritik yang dapat membangun dan memperbaiki makalah ini , karena kami sangat menyadari dimana dalam penulisan Makalah ini banyak terdapat kesalahan ataupun kekhilafan dalam pengetikan makalah ini. Kami dari kelompok satu berharap mudah- mudahan Makalah yang kami buat dapat bermanfaat dalam kehidupan kita sehari, setidaknya kita mengetahui tentang Agama yang lain selain Agama yang kita yakini, apa bila ada yang dapat diambil nilai positifnya ya kita ambil nilai Positifnya, apa lagi kita Kuliah di Jurusan Sosiologi Agama setidaknya kita Orang yang akan terjun langsung kelapangan dengan bermacam- macam Agama didinilah kita mengetau tentang Agama yang dianut dalam Masyarat kita dapat saling menghargai antara Agama yang satu dengan yangt lainya. Mudah –mudahan apa yang kita pelajari ini selalu dibawah Allah S.W.T. Amin. 

DAFTAR PUSTAKA
 Fajri, Rahmat dkk. 2012. Agama- agama Dunia. Jurusan PerbandingaAgama. Fakultas Ushuluddin Studi Agama dan Pemikiran Islam. Yogyakarta: Nauli, Andromeda. 2007. Kisah Sebuah Rakit Tua. Medan Sumatra: Taman Budi Cipta. Buddhadasa, Bhikkhu. 2008. Tanya Jawab antara Bhikku Buddhadasa t tentang Ajaran Buddha. Thailand: Yayasan Penerbit Karaniya. Okawa, Ryuho. 2004. Hakikat Ajaran Buddha.. Maguwoharjo Depok Sleman: Ar-ruzz Media Yogyakarta. Sutrisno, Mudji. 1993. Buddhisme. Deresan Yogyakarta: Kanisius.
[ Read More ]

Posted by jeriji semangat 2 komentar»